Selamat Buat Pernikahanmu, Ndul!

Melihat kawan dekatmu menikah rupanya membawa perasaan yang cukup kompleks.

Pernikahan Gandul adalah momen pertama yang membuatku sadar akan perasaan itu. Gembira, sedih, dan haru. Sebenarnya, tentu ‘sedih’ adalah frasa yang tidak tepat dirasakan ketika mendapati kabar baik. Barangkali itu adalah wujud lain dari kecemasanku akan kehilangan. Tapi lebih dari itu, aku sungguh turut gembira dan terharu. Melihat bagaimana ia patah dan sembuh secara produktif (alias bola-bali😭) sampai akhirnya di titik sekarang, rasanya begitu lega. Di kepalaku, ia kawan paling expert soal asmara. Pengalamannya luar biasa di bidang itu—toh tidak harus selalu mujur untuk dibilang expert, kekacauanmu pun dihitung pengalaman😋

Meski di depannya aku sering bilang kelakuannya bodoh, ada bagian lain dalam diriku yang memberinya tepuk tangan untuk semua keberanian dan effortnya. Aku jadi punya prinsip, soal cinta, kita harus all in!! Kalaupun apes, setidaknya kita bisa menangis dengan perasaan ‘telah memberi sepenuhnya’. Tak perlu merasa tidak cukup baik. Tak ada yang kurang dari kita, dari yang telah kita beri. Jadi sekacau apapun nantinya, kita bukan korban, kita volunteer. Kita suka dan rela. Kita melakukannya bukan karena bodoh dan tak berdaya, tetapi karena kita tau kita mampu dan mau…meski tetap bodoh. Wkwk

Kalau hidup ini serupa hadiah, kini aku turut senang telah ada yang menerima dirinya dengan perasaan gembira. Aku harap perasaan itu juga ia rasakan sampai mati, perasaan gembira itu, tak surut, tak memudar. Sehingga ia menjalani sisa hidup bukan dengan perasaan harus bertahan, melaikan memang enggan beranjak. Bukankah pada akhirnya, kita hanya ingin hidup tenang? Jauh dari kecemasan dan hal lain yang mengusik perasaanmu.

Selamat ya Ndul. Ini momen yang bukan hanya membahagiakan buat kalian, tetapi buatku juga. Semoga jadi keluarga yang dilimpahi berkah dan keberuntungan. Semoga setelah ini, hari indah rasanya panjang sekali, hari-hari biasa terasa menyenangkan, dan satu dua hari buruk datangnya sekelebat—pun rasanya ringan saja.

Turut kuamini doa-doa baikmu💛

Popular posts from this blog

Malam Jatuh di Surabaya