Posts

Showing posts from January, 2022

Nyanyian yang Manis

Barusan dengerin (lebih tepatnya sambil nonton, karena aku memutarnya dari kanal Youtube) seniman nyanyi dengan sederhana tapi manis sekali lirik dan iramanya. Nama musisinya John Kastela, kalau nggak salah judul lagunya Tamasya. Bercerita tentang seorang ayah yang ngajak anaknya jalan-jalan, ngeliat kota dan gedung-gedung. Aku nggak ngerti musik, tapi membayangkan adegan tersebut rasanya hangat sekali, itu modal yang sudah cukup buatku bilang lagunya bagus. Hahaha Bagian si Bapak ngomong ke anaknya “sungguhlah kita pernah ada di sini” itu paling ngena di aku. Kita selalu punya ingatan terhadap sebuah tempat. Ada ruang di mana otak kita menyimpan memori hari-hari kita di tempat itu. Kawan-kawan kita, pedagang langganan, kenangan saat kita patah dan kelewat banyak menangis, kelewat banyak tertawa dan membual, juga barangkali kelewat banyak minum. Haha Tapi bagi sebuah tempat, kita ini, manusia, hanya anonimitas yang berkelebat. Napas kita, jejak kita, memori yang kita buat di situ silih...

Dari Pandji Pragiwaksono

Nggak adil kalau kamu nggak membiarkan orang hidup dengan apa yang ia punya saja.

Dari Gus Baha

  -Allah tau kita dhaif. Kesalahan kita nggak ditambah tambahi. Kalau pemabuk, ya dosa mabuk, bukan lantas ‘kamu kafir kamu memusuhi allah’! Manusia nggak diajak jadi tuhan tapi pingin ikut geger melulu sama dosa orang. -kebaikan dinilai 10, kesalahan dinilai 1. Tapi kebaikan itu berat karna banyak syaratnya, kalau kesalahan, enteng, nggak iklas aja tetep diacc Itulah fungsinya ibadah harus istiqomah dan hati-hati, karena amalan amalan yang susah p ayah iru kalo mau ngerusak gampang banget. - Bentuk perlawanan paling keren terhadap setan itu seneng melakukan hal hal baik walaupun berat. Sehingga setan nggak bisa hasut kita buat cari kesenangan dengan maksiat.