Posts

Showing posts from March, 2022

Trauma itu Genetik

Apa yang ada di tubuh kita, termasuk traumanya, bukan cuma turunan dari ayah ibu, tetapi bisa potongan-potongan dari generasi jauh sebelum kita. Misalnya, secara alamiah, beberapa manusia takut gelap atau takut ketinggian. Bisa jadi dia nggak bisa nyebutin pengalaman buruk apa yang pernah dia alami sampai bikin dia takut. Tanpa ada yang ngajarin, dari kecil manusia tau berada dalam kegelapan atau ketinggian itu suatu kondisi bahaya. Yang kayak gitu bisa jadi adalah bentuk trauma yang diturunkan, barangkali pada suatu masa pas evolusi, simbahmu disruduk macan peteng-peteng atau tiba seka njurang pas berburu kidhang. Salah satu yang aku belum nemu jawabannya tapi penasaran banget adalah, kenapa aku takut banget sama isilop wkwkwk

(SENSITIF) Self Harm?

  Kalau kamu mengalami luka ringan, otak ngeluarin hormon kebahagiaan buat coping perasaan stress dan panikmu. Namanya oxitosin. Itulah kenapa beberapa orang merasa makan yang pedes-pedes itu nyenengin dan nagih. Kandungan Palacid dari biji cabe, bikin otak ‘mengira’ lidahmu terbakar. Makin kamu kepedesan, makin banyak oxitosin yang diproduksi otakmu—makin kamu ingin terus melakukannya. Kalau kamu nggak habis pikir ngapain orang bisa-bisanya self harm, mungkin mekanisme itu bisa sedikit ngasih kamu gambaran. Menurutku pilihannya dua, kita mau peduli atau cuek sekalian. Bukan julid.

Dari Peaky Blinders

Ngomong-ngomong, ada satu scene  yang buatku menarik di season awal Peaky Blinders. Tom Shelby yang masih jadi bandar judi, ngobrol sama temennya yang kumuniz. Dengan setting tahun segitu, nggak aneh kalau mereka sama-sama buron, cuman temennya bingung kok bisa komunis sama bandar judi namanya ada dalam satu list ? Padahal itu bentuk pelanggaran yang menurutnya berbeda.  Tom ngangkat sloki sambil nyeletuk; “ Kayaknya karna kita sama-sama tukang ngasih harapan palsu ke orang miskin” Wkwk

Dari Bukowski

Aku lupa banget nemu dimana tapi tiba-tiba merasa harus tak tulis. Kata Bukowski, mending kita udahanlah nyari-nyari yang sesuai mimpi, paling nggak, dapet yang bukan mimpi buruk aja harusnya cukup.

Pamplona

  Di season terakhir Money Heist, Matias Cano minta dikasih nama kota kayak yang lain, biar sama keren dan nggak keliatan rampok magang. Dia pingin nama ‘Pamplona’—yang lantas diketawain karena, buat perampok, penyebutannya jauh dari kesan garang. Tapi dia keukeuh, alasannya, ia bilang festival adu banteng paling meriah adanya di sana. Hemingway bahkan pakai kota itu buat latar salah satu novelnya; Fiesta, yang kalau diterjemah, semacam ‘dan matahari pun terbit’. Oh, sepertinya ia kota yang hangat.