Posts

Showing posts from February, 2022
  Setiap hari selalu bersyukur dikasih hidup yang enak begini. Masih sehat, ora nangisan, punya pekerjaan, teman-teman yang menerimaku—yang rajin memberi kabar meski baru akan terbalas dua hari kemudian, bisa makan apa-apa yang dipingini, tinggal di rumah rasah mbayar kos, wira-wiri numpak vario ra kudu nyicil wong dicepakke bapak, masiyo langganan nyurung karena hobiku kentekan bensin. Puji gusti, puji gusti  ✨

Film Nobody Knows

  Sepanjang film bertanya-tanya apa pada akhirnya Akira bakal punya kesempatan menjadi dirinya? Menjadi anak-anak, punya teman, punya kesempatan main dan melakukan hal nakal, bersenang-senang, juga sekolah. Ternyata scene itu terjadi di pertengahan film, tapi justru saat itu hal paling getir harus dia telan. Film bagus memang biasanya bikin linglung😭

Menikah dengan Bantal

  “ Mungkin hidup semua orang, akan lebih mudah jika kita boleh menikah dengan bantal yang menyangga kepala kita tiap malam” —kata Norman Erikson, di bukunya yang aku lupa apa judulnya. Ya, kuharap semua orang, termasuk kamu dan aku, menemukan ia yang turut mengamini doa-doa, menyimpan aroma shampoo yang kita sukai, merindukan kita di siang hari, menyerap keringat, liur, dan air mata, sambil berbisik ke telinga kita di malam yang murung; ‘berbahagialah...berbahagialah’ .

Dari Sabrang

-Hidup itu kalau nggak bisa mencapai apa apa yang penting survive. - Sarikh-eksplisit. Dahulukan amalan yang sarikh: qur’an, hadits (sholat, zakat) baru yang riwayat (ngasih minum anjing, nyingkirin duri) - Mengumpulkan uang buat memfasilitasi pergerakan itu konsep sederhana, mudah. Yang sulit bagaimana tiap orang tergerak melakukannya dengan tangan sendiri. - Harus membuat batasan buat diri sendiri. Mau sejauh mana. Biar tau kamu melakukannya karna pilihan atau cuma keseret.